Luahan Pena
Thursday, June 26, 2003
  Lukisan Wajah


Lukisan Wajahmu:

Wajah cermin hati,

Cermin hati yang derita

Walau cuba kau lindungi,

dengan senyumanmu...


Wahai sahabat,

Derita apa yang kau tanggungi,

tangis apa yang kau selindungi,

resah apa yang menyelubungi,

hingga senyuman tiada indah,

hingga tawamu tiada ceria,

hingga menungmu tiada bernoktah...


Yuda apakah,

yang melanda atmamu

Gelombang resah apakah,

yang memukul pantai hatimu

Derita apakah,

yang menyapa di pintu hatimu...


Di wajahmu terpamer segala

Walau cuba kau tersenyum,

Tapi senyumanmu hambar cuma...


Wahai sahabat,

Apakah ini isbatmu,

tiada sudah babak deritamu

Kau bermandi duka lara

Namun tabahlah kamu,

kerana sesungguhnya,

setiap perjalanan ada akhirnya,

setiap derita ada noktahnya...


 
  Bicara Sepi


Kemasyghulan menyapa hati,

Atma di landa sepi,

ingatan berbebaran tanpa watas,

renungan berpanjangan tanpa noktah..


Gadis itu gelisah lagi;

resah gelisah tak tahu puncanya,

airmata mengalir,

dadanya sebak,

resah gelisah tak tahu puncanya..


Mungkin ada hati yang terluka,

atau mungkinkah ada makhfi yang tersirat;

atau ada rasa yang tidak terungkap.


Gadis itu berbicara sepi;

resah gelisah tak tahu puncanya,

biar lena sudah lama gersang;

biar mentari sudah lama beradu,

resah gelisah tak tahu puncanya..


Mungkin ada suatu keraguan;

atau ada khilaf yang terpendam,

atau mungkin impian indah telah sirna..


Gadis itu masih di situ,

resah gelisah tak tahu puncanya...
 
Poetry

TITLES
06/22/2003 - 06/29/2003 / 06/29/2003 - 07/06/2003 /


Powered by Blogger